Cara Analisis SWOT Diri Sendiri, Ini Contoh dan Pertanyaannya!

Analisis SWOT biasanya digunakan untuk mengevaluasi sebuah bisnis atau ketika ingin membuat usaha. Analisis SWOT dapat berguna untuk mengetahui kelebihan, kekurangan, kesempatan, dan juga tantangan yang akan dihadapi.

Bukan hanya untuk bisnis, analisis SWOT juga dapat digunakan untuk diri sendiri. Analisis SWOT diri sendiri berguna untuk menganalisa nilai yang ada pada diri sendiri. Atau dikenal pula sebagai analisis SWOT personal. 

Semakin kamu mengenal diri sendiri, kamu akan memahami apa keunggulan dan kekurangan yang kamu miliki untuk dapat memanfaatkan peluang dan menyelesaikan tantangan di masa mendatang.

Pengertian SWOT Analisis Diri Sendiri

Personal SWOT Analysis adalah cara analisis diri sendiri berdasarkan kekuatan (Strength), kelemahan (Weakness), kesempatan yang dimiliki (Opportunity), dan tantangan (Threat). Analisis SWOT kepribadian diri sendiri dapat digunakan untuk berbagai hal, terutama untuk karir dan pekerjaan.

Analisis SWOT tentang diri sendiri tentunya berfungsi untuk menilai karakter dan kepribadian diri sendiri. Sehingga, kamu dapat memahami kelebihan dan kelemahan yang kamu miliki.

Apakah bisa menganalisis SWOT tentang diri sendiri? 

Tentu saja bisa, karena yang paling paham mengenai karakter diri sendiri adalah kamu sendiri. Ketika kamu bisa mengenali diri sendiri, kamu bisa menilai kinerja, persaingan, risiko, dan potensi yang ada pada diri sendiri.

💡 Catatan:

Perbedaan antara analisis SWOT untuk bisnis dengan SWOT diri sendiri terletak pada kegunaannya. SWOT bisnis digunakan untuk mengetahui peluang bisnis dari segi kelebihan produk, kelemahan produk, persaingan pasar, dan peluang bisnis. Sedangkan SWOT diri sendiri berguna untuk mengenal diri sendiri yang dapat mempengaruhi tindakan dan rencana dalam kehidupan sehari-hari, maupun dalam bisnis.

Kapan Harus Menganalisis SWOT Diri Sendiri?

Sepertinya yang sudah dikatakan sebelumnya, analisis SWOT bisa digunakan dalam bisnis dan untuk pribadi (National Library of Medicine). Analisis SWOT pribadi digunakan untuk menilai diri sendiri dan membantu mengetahui peluang karir ke depan. Kamu harus menganalisa SWOT diri sendiri ketika ingin mengembangkan karir kamu, atau ketika baru memulai karirmu.

Buatlah analisis SWOT kepribadian diri sendiri, ketika kamu ingin melakukan hal berikut:

1. Mempersiapkan Interview Kerja

Interview atau wawancara kerja merupakan kegunaan paling penting untuk analisis SWOT personal. Ketika kamu diwawancara, biasanya akan ditanya apa kelebihan dan kelemahan kamu. Untuk menjawab pertanyaan interview tersebut, kamu bisa menganalisis SWOT untuk diri sendiri sebelum wawancara, dan menjabarkan contoh strength and weakness diri sendiri. 

📚 Baca juga: 14 Contoh Jawaban Kelebihan dan Kekurangan Saat Interview

2. Setelah Lulus Kuliah

Kamu mungkin memiliki berbagai mimpi ketika masih kuliah, tetapi ternyata tidak semua mimpi tersebut dapat diwujudkan bersamaan. Kamu harus memilih keputusan untuk karir, kehidupan, hubungan, dan juga tujuan hidup. 

Untuk itu, kamu bisa menggunakan SWOT diri sendiri untuk membantu kamu menentukan apa yang ingin kamu lakukan setelah lulus nanti, dan langkah apa yang harus kamu ambil. SWOT dalam  diri sendiri ini juga membantu kamu mengeliminasi aspek yang tidak berhubungan dengan diri kamu, dan mengembangkan potensi yang kamu miliki.

3. Saat Ingin Memutuskan Jurusan Kuliah

Banyak sekali jurusan kuliah di luar sana, dan setiap tahun selalu dibuka jurusan baru. Jika hanya melihat kelebihan dan ketertarikan kamu tentu tidak cukup. Kamu membutuhkan analisis yang lebih mendalam untuk menentukan pilihan ini. Analisis SWOT pribadi membantu bukan hanya dalam menentukan hal yang paling kamu kuasai, tapi juga bisa mengevaluasi prospek setiap jurusan yang sesuai kepribadian kamu.

4. Sebelum Memasuki Perusahaan

Kandidat perusahaan biasanya diminta untuk menganalisis diri mereka sendiri sebelum bekerja. Terkadang bisa menjadi kurang nyaman, karena kamu harus menjabarkan kelebihan serta kelemahan. Tapi dengan analisis SWOT pribadi yang baik, kamu dapat mengenal diri sendiri dengan baik sehingga bisa memanfaatkan segala kelebihan dan memperbaiki kekurangan diri sendiri.

Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉

5. Kapan pun Kamu Butuh Perubahan dalam Hidup

Kamu tidak membutuhkan pemicu spesifik untuk mengevaluasi hidupmu, terkadang memang membutuhkan perubahan untuk menjadi lebih baik. Jika kamu merasa bosan, dan merasa puas akan keadaan pribadi kamu, kamu bisa analisis SWOT kepribadian diri sendiri untuk menemukan apa yang harus diubah dan bagaimana cara mengubahnya.

4 Aspek dalam Analisis SWOT Diri Sendiri

Sama halnya dengan analisis SWOT, analisis SWOT untuk diri sendiri juga meliputi empat aspek utama, yaitu Strength (S), Weakness (W), Opportunity (O), dan Threat (T). Sebelum memulai membuat analisis SWOT tentang diri sendiri, kamu bisa memperhatikan aspek berikut:

Strength (Kelebihan/Kekuatan)

Kekuatan yang dimaksud disini adalah keunggulan atau kemampuan yang dimiliki seseorang, yang dapat membedakannya dari orang lain. Jika kamu kesulitan merumuskan kekuatanmu, kamu bisa tanyakan pada orang sekitar. Kamu bisa mempertimbangkan beberapa pertanyaan berikut untuk brainstorming:

  • Apa kesuksesan terbesarmu? (Bisa di sekolah, olahraga, pekerjaan, atau proyek)
  • Kualifikasi apa yang kamu miliki? Seperti sertifikat, gelar sarjana, pendidikan, pelatihan khusus, atau pengalaman magang.
  • Proyek apa yang kamu kerjakan dan berhasil selesai? Baik itu di sekolah, pekerjaan, atau dalam kehidupan pribadi.
  • Nilai apa yang kamu miliki dan tidak dimiliki orang lain?
  • Apa pengetahuan dasar yang kamu miliki? Misalnya kemampuan bahasa asing, pengetahuan digital, software, dan kemampuan teknik lainnya.
  • Apa kemampuan soft-skill yang kamu miliki? Seperti kerjasama dalam tim, kepemimpinan, mandiri, dan pekerja keras.
  • Apa ciri-ciri karakter diri yang kamu miliki? Termasuk ceria, humoris, empatis, jujur, sabar, dan lainnya.
  • Apa yang dikatakan orang lain mengenai kelebihan kamu? Misalkan teman, orangtua, rekan kerja, atasan, guru, dan lainnya.

Weakness (Kekurangan/Kelemahan)

Kelemahan bisa jadi penghambat kesuksesan. Tapi dengan kelemahan ini, kamu bisa menjadi versi terbaik dari diri kamu dengan mengetahui kelemahan kamu dan memperbaikinya. Cobalah untuk terbuka dengan diri sendiri perihal kelemahan ini. Coba pikirkan kelemahan kamu dengan menjawab pertanyaan berikut:

  • Kapan kamu merasa sangat kacau? Misalkan di sekolah, pekerjaan, hubungan, atau dengan keluarga. Apa yang kamu lakukan hingga membuat masalah tersebut?
  • Apakah kamu melewatkan kualifikasi teknis dari pendidikan kamu atau pengalaman profesional?
  • Situasi apa yang biasanya kamu hindari? Mengapa kamu menghindarinya?
  • Pernahkah seseorang mengeluh tentang diri kamu? 
  • Pikirkan tentang kelemahan yang tidak terlalu signifikan, tetapi kamu bisa meningkatkannya.
  • Hal apa yang orang lain katakan harus kamu tingkatkan?

Opportunity (Kesempatan/Peluang)

Opportunity atau kesempatan merupakan peluang yang berkaitan dengan faktor eksternal yang dapat memberi motivasi bagi diri sendiri. Peluang ini bisa juga hadir karena kelebihan yang kamu miliki. Misalkan kelebihan kamu memiliki nilai akademis yang baik, maka kamu bisa merumuskan peluang dengan mendapatkan beasiswa. Berikut beberapa contoh pertanyaan untuk merumuskan peluang SWOT dalam diri sendiri:

  • Bagaimana kamu memanfaatkan situasi saat ini?
  • Aktivitas atau hobi apa yang dapat kamu lakukan atau mulai pelajari?
  • Apakah kamu bisa bergabung dengan komunitas tertentu?
  • Apa yang dapat kamu capai jika kamu memperbaiki kelemahan kamu?
  • Siapa saja yang dapat merasakan manfaat dari kelebihan yang kamu miliki?
  • Teknologi apa yang dapat membantu pekerjaan kamu?
  • Kebutuhan apa yang belum terisi oleh siapa pun? 

Threat (Tantangan/Ancaman)

Threat merupakan ancaman dari faktor eksternal yang dapat menghambat kamu meraih tujuan. Ancaman ini bisa saja muncul dari kelemahan yang kamu miliki. Namun dengan menganalisis ancaman ini, kamu masih punya peluang untuk menghindarinya sebelum terjadi. Misalkan, kelemahan kamu kurang percaya diri, maka akan muncul ancaman kamu melewatkan banyak kesempatan bekerja yang membutuhkan kepercayaan diri yang baik. Berikut pertanyaan yang dapat kamu tanyakan pada diri sendiri untuk melihat ancaman:

  • Hambatan apa yang saat ini kamu hadapi?
  • Apakah ada seseorang yang menghambat kemajuan mu?
  • Apakah ada teknologi terbaru yang belum bisa kamu kuasai dengan cepat?
  • Pekerjaan atau proyek apa yang menghambat kemajuan pekerjaan kamu?
  • Apakah ada pesaing yang tidak kamu sadari? Bisa jadi dari lingkup terdekat kamu.
  • Pekerjaan yang menuntut kamu untuk berubah?
analisis-swot-diri-sendiri, personal-swot-analysis
4 aspek dalam Analisis SWOT Diri Sendiri

Cara Melakukan Analisis SWOT Diri Sendiri

Cara membuat analisis swot diri sendiri tidak terlalu sulit, kamu hanya perlu mengenal diri sendiri lebih jauh. Cara paling efektif adalah dengan mengidentifikasi tujuan, mengenali kelebihan, kelemahan, memprediksi peluang, dan melihat ancaman yang bisa terjadi.

1. Tentukan Tujuan

Analisis bisa jadi sangat sulit jika tujuannya tidak jelas. Kamu bisa membuat tujuan yang sederhana dan mudah dicapai. Misalkan ingin menjadi karyawan terbaik tahun ini, atau menjadi mendapatkan peringkat lima besar di sekolah. Sebelum menganalisis SWOT diri sendiri, kamu harus memiliki tujuan agar analisis yang kamu lakukan lebih terarah.

2. Identifikasi Kelebihan

Kamu bisa mencatat apa saja kelebihan yang kamu miliki, bisa berupa hal yang berwujud maupun tidak berwujud. Contoh SWOT diri sendiri untuk mengidentifikasikan kelebihan adalah kamu bisa mengoperasikan Ms. Office atau mudah beradaptasi dengan lingkungan baru.

3. Identifikasi Kelemahan

Kamu juga harus menganalisis kelemahan yang kamu miliki. Kamu bisa menggunakan pertanyaan diatas untuk merumuskannya. Contoh analisis SWOT untuk diri sendiri ini ialah pengalaman kerja terbatas atau memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai digital marketing. Usahakan untuk mengidentifikasikan kelemahan secara detail agar kamu tahu cara untuk meningkatkannya.

4. Analisis Peluang

Peluang bisa didapatkan dari kelebihan yang kamu miliki. Ketika kamu sudah mengetahui apa saja kelebihan kamu, kamu bisa dengan mudah menganalisis peluang yang bisa kamu dapatkan. Contohnya, kamu bisa mendapatkan pelatihan untuk mengembangkan keterampilan yang berhubungan dengan bakat kamu. Peluang juga bisa berupa fasilitas penunjang kerja, jadi tidak selalu dari segi prestasi dan akademik.

5. Analisis Potensi Ancaman

Ancaman memang merupakan sesuatu yang ingin dihindari. Oleh karena itu, jika kamu bisa menganalisisnya dari awal, kamu bisa menghindari ancaman di masa mendatang. Contoh analisis diri sendiri untuk memprediksi ancaman adalah munculnya pesaing yang lebih menguasai digital marketing. 

6. Membuat Solusi

Masing-masing langkah bisa menjadi bahan evaluasi dan analisis. Setelah itu kamu bisa menemukan solusi atau menyiapkan langkah antisipasi dari ancaman yang bisa saja muncul, dan juga meraih peluang yang bisa kamu dapatkan.

Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri

Setelah mengetahui cara analisis SWOT diri sendiri, sekarang CakeResume akan memberikan beberapa contoh analisis SWOT untuk diri sendiri.

1. Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri sebagai Mahasiswa

Tahap pertama ialah menentukan daftar kelebihan dan kekurangan diri sendiri. Kemudian temukan peluang dan ancaman berdasarkan kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Contoh SWOT diri sendiri sebagai mahasiswa bisa diidentifikasikan berdasarkan jurusan yang kamu ambil saat ini.

Strength (Kekuatan/kelebihan):

  • Gelar sarjana cum laude ilmu komunikasi di universitas negeri ternama
  • Memiliki sertifikat digital marketing
  • Magang di marketing agency sebagai content creator
  • Mudah beradaptasi
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik

Weakness (Kekurangan/kelemahan):

  • Baru lulus kuliah sehingga pengalaman kerja terbatas
  • Belum banyak pengalaman manajemen proyek
  • Terlalu multitasking sehingga kurang produktif mengerjakan satu hal

Opportunity (Kesempatan):

  • Peluang memperdalam ilmu digital marketing di perusahaan start up
  • Menghadiri pelatihan digital  marketing lainnya

Threat (Ancaman):

  • Banyak pesaing dari jurusan ilmu komunikasi
  • Perusahaan hanya merekrut kandidat dengan minimal pengalaman kerja 2 tahun

2. Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri untuk Organisasi

Tujuan analisis SWOT diri sendiri untuk organisasi adalah untuk membantu organisasi dalam mengambil keputusan, serta mengidentifikasi masalah yang akan dihadapi di masa mendatang. Berikut merupakan contoh analisis SWOT diri sendiri untuk organisasi yang bisa kamu simak:

Strength (Kekuatan/kelebihan):

  • Memiliki anggota yang banyak
  • Peralatan organisasi yang lengkap dan memadai
  • Masing-masing anggota mahir di bidangnya

Weakness (Kekurangan/kelemahan):

  • Organisasi masih baru bertumbuh
  • Kurangnya jaringan eksternal
  • Minim partisipasi dengan organisasi lain

Opportunity (Kesempatan):

  • Dapat melatih masing-masing anggota agar lebih mahir
  • Mulai memperluas jaringan dengan jaringan luar

Threat (Ancaman):

  • Kurangnya partisipasi organisasi dengan eksternal, anggota bisa saja keluar organisasi
  • Kurang cepat beradaptasi dengan perkembangan jaman

3. Contoh Analisis SWOT Diri Sendiri untuk Mengubah Karier

Strength (Kekuatan/kelebihan):

  • Mahir mengoperasikan Microsoft Excel
  • Mampu menganalisis perkembangan bisnis dan investasi
  • Cepat dalam mengambil keputusan

Weakness (Kekurangan/kelemahan):

  • Kurang pengetahuan dalam membuat perencanaan strategis
  • Pengetahuan yang masih terbatas dalam investasi jangka panjang

Opportunity (Kesempatan):

  • Dapat menentukan investasi apa yang akan diambil dengan mengikuti perkembangan bisnis
  • Peluang untuk membuat portofolio investasi dengan baik

Threat (Ancaman):

  • Kehilangan kesempatan investasi jangka panjang karena tidak bisa membuat perencanaan jangka panjang
  • Banyak perusahaan yang membutuhkan investasi jangka panjang
analisis-swot-diri-sendiri, personal-swot-analysis, contoh-swot-analisis-diri-sendiri
Contoh SWOT untuk transisi karier

Personal SWOT analysis kamu bisa jadi sederhana atau kompleks berdasarkan bagaimana kamu merumuskan diri sendiri. Kamu bisa saja menghabiskan waktu berjam-jam untuk merumuskan SWOT diri sendiri. Atau kamu juga bisa menuliskannya berdasarkan insting dan apa pun yang muncul dalam pikiran kamu. 

Setelah membuat analisis SWOT untuk diri sendiri, kamu bisa mulai mencari pekerjaan yang sesuai dengan apa yang sudah kamu tuliskan.

Cari pekerjaan dengan mudah di CakeResume Job Search dan temukan pekerjaan impian kamu sekarang!🎉 

CakeResume adalah website untuk membuat CV terbaik yang bisa menunjukan professional branding kamu di mata HRD. Kamu bisa langsung menggunakan template CV ATS-friendly dari CakeResume dan download dalam bentuk PDF, 100% gratis! Selain bikin CV gratis, kamu juga bisa buat portofolio dan cari kerja dengan job portal atau aplikasi cari kerja CakeResume.

--- Ditulis Oleh Rachel Vanadya ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!

More Articles you might be interested in

Latest relevant articles
Interview Skills
May 7th 2024

5 Cara Menjawab Berapa Gaji yang Anda Inginkan dalam Interview!

Pernah ditanya "Berapa gaji yang Anda inginkan?" saat interview? Ini tips dan contoh jawabannya.