5 Tahapan Interview Kerja di Indonesia yang Perlu Kamu Ketahui

Bagi sebagian orang, interview atau wawancara itu proses yang menegangkan. Bagaimana tidak, pada saat interview, kandidat harus berbincang selama sekitar 45-90 menit dengan seseorang yang tidak dikenal. Dan bukan hanya berbincang. Kandidat juga harus meyakinkan lawan bicaranya bahwa dia adalah orang yang cocok untuk posisi yang dilamar. 

Maka, persiapan menjadi sangat krusial. 

Dengan mengenal setiap tahap wawancara dan mempersiapkan diri secara matang, kandidat dapat menunjukan bahwa dia memang orang yang tepat untuk pekerjaan tersebut. Sekaligus memperlihatkan kemampuan komunikasi yang baik. 

Untuk mempersiapkan diri, simak bagaimana tahapan dalam wawancara di Indonesia yang telah dirangkum tim CakeResume.

tahapan interview kerja
Tahapan Wawancara Kerja

Apa Saja Tahap-tahap Wawancara Kerja?

Tidak ada jawaban pasti tentang berapa kali tahapan interview kerja seorang kandidat harus lewatkan. Atau seperti apa urutan dan tahap pembagian wawancara. Hal ini bergantung kepada kebijaksanaan masing-masing perusahaan. 

Perusahaan setidaknya akan melakukan satu kali interview. Namun, bagi perusahaan dan jabatan yang sangat diminati, tahapan tahapan dalam wawancara kerja dapat mencapai 8 kali atau bahkan lebih.

Screening: CV + Tahap Wawancara via Telpon

Tahap wawancara yang paling awal ialah screening. Pada tahap interview kerja ini, perusahaan melakukan seleksi cepat untuk menentukan kandidat mana yang akan ditindaklanjuti. 

Bagi perusahaan, merekrut karyawan baru memakan biaya yang cukup besar. Karena itu, perusahaan umumnya mencoba sebisa mungkin untuk mengefisiensikan proses interview. Salah satunya dengan melakukan screening awal.

Pada proses screening, perusahaan umumnya akan menggunakan sistem ATS untuk menyaring curriculum vitae (CV) yang mereka terima. Sistem ATS akan mencari kata-kata kunci terkait lowongan pekerjaan yang dilamar pada CV kandidat. Semakin tinggi skor ATS, artinya semakin cocok kandidat dengan lowongan yang dilamar. Oleh karena itu pastikan kamu melamar dengan CV yang ATS friendly.

Setelah terpilih beberapa kandidat yang cocok, perusahaan dapat melakukan wawancara via telpon. Pada tahap wawancara telpon, pertanyaan yang diajukan umumnya sangat mendasar. Tim HRD hanya ingin memastikan bahwa kandidat mengerti job desc dari posisi yang dilamar. Dan apakah kandidat bersedia untuk ditempatkan di lokasi kantor tertentu. 

Tahap Pra-Wawancara: Psikotes

Psikotes adalah serangkaian tes tertulis yang perusahaan gunakan untuk menilai kepribadian dan kemampuan dasar kandidat. Mengingat ragam jenis psikotes yang cukup banyak, variasi soal yang diberikan pada tiap kandidat pun tergantung pada kebijaksanaan masing-masing perusahaan. 

Jenis soal psikotes yang paling umum mirip dengan soal tes IQ. Kandidat akan diminta untuk menemukan pola aritmatika, ruang, maupun bahasa. 

Selanjutnya, juga ada tes kepribadian dengan menggambar. Tes yang paling umum adalah soal untuk menggambar pohon. Namun, tes Wartegg juga sering digunakan. Pada tes Wartegg, kertas soal akan berisi garis atau pola tertentu. Kandidat harus melanjutkan pola tersebut dengan menggambar. 

Tes lain yang cukup umum adalah tes kepribadian secara verbal. Untuk tiap soal, akan ada 2-3 opsi yang mendeskripsikan situasi yang berbeda. Misal, opsi 1: “saya seseorang yang suka memimpin kelompok” dan opsi 2: “saya menyukai kerapian”. Kandidat diminta untuk memilih opsi yang paling menggambarkan dirinya pada tiap nomor. 

Interview Tahap 1: Tahap Wawancara HRD

Kandidat yang dianggap memiliki kepribadian yang cocok berdasarkan psikotes akan diundang untuk tahap wawancara dengan HRD.

Di tahap ini, HRD akan menanyakan cukup banyak pertanyaan selama 30-60 menit. Pada dasarnya, perusahaan ingin mendapatkan karyawan dengan latar belakang yang pas dengan lowongan yang dibuka. Karena itu, akan ada banyak pertanyaan tentang latar belakangan profesional dan pendidikan dari kandidat. 

Pada umumnya, wawancara akan dibuka dengan pertanyaan: “Perkenalkan diri Anda”. Setelah itu, tim HRD akan mulai menanyakan pengalaman profesional kandidat yang tertera pada CV.

Tahap wawancara dengan HRD akan menyeleksi sejumlah kandidat yang cukup baik untuk lanjut ke tahap interview user maupun tahap FGD. 

Tahap Focus Group Discussion (FGD)

Tahapan interview kerja dengan metode FGD cukup sering ditemukan dalam seleksi management trainee (MT). 

Pada saat FGD, akan ada 6-8 kandidat yang dikumpulkan sebagai satu grup. Setiap grup akan diberikan beberapa data pendukung dan 2-3 pertanyaan yang harus dijawab berdasarkan data tersebut. 

Kandidat kemudian akan diberikan waktu sekitar 20-30 menit untuk memformulasikan jawaban secara individual. Kemudian, diskusi kelompok akan dimulai di mana tiap kandidat mengemukakan pendapatnya. Setelah diskusi selama 30 menit, kelompok tersebut akan diminta mempresentasikan jawabannya. 

FGD digunakan untuk simulasi kondisi lingkungan kerja yang sebenarnya. Sehingga, HRD akan menggunakan kesempatan ini untuk memantau bagaimana kandidat berinteraksi dan berdiskusi. Kandidat yang terbaik bukanlah yang memiliki jawaban yang terbaik. Melainkan, kandidat yang bisa menyampaikan pendapat dengan lugas, memimpin alur diskusi, dan mengakomodasi opini dari kandidat-kandidat lain.  

Tahap Studi Kasus

Sama dengan tahap FGD, tahap interview kerja dengan metode studi kasus juga sering terdapat pada seleksi MT. Pada tahap ini, kandidat akan disuguhkan data-data terkait suatu kasus. Umumnya, data-data akan berupa tabel-tabel. Kemudian, kandidat akan diberi beberapa pertanyaan yang harus dijawab. 

Berbeda dengan FGD yang berbentuk diskusi, kandidat harus mempresentasikan hasil pekerjaannya kepada atasan. Pada saat presentasi, atasan akan memberikan pertanyaan-pertanyaan dan kandidat harus dapat menunjukan bahwa jawaban yang diformulasikan telah dipertimbangkan dengan baik berdasarkan data yang disediakan.      

Interview Tahap 2: Tahap Interview User

Tahap interview kerja selanjutnya adalah interview dengan user. User adalah atasan langsung yang akan bekerja sama dengan kandidat. Karena itu, umumnya tahap wawancara ini akan berlangsung cukup lama. 

User akan bertanya soal pengalaman terdahulu. Misalnya: “Ceritakan pengalamanmu saat memimpin tim di perusahaan A”. Hal ini untuk mengetahui apakah kandidat mempunyai kemampuan yang cukup untuk mengisi lowongan yang dilamar. 

Selain itu, user juga akan bertanya banyak soal bagaimana kandidat berelasi dengan teman kelompok dan atasan pada di perusahaan sebelumnya. Contoh: “Ceritakan saat kamu berselisih pandang dengan teman sejawatmu.” Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk memastikan kandidat memiliki kepribadian yang baik dan dapat bersosialisasi dengan teman satu tim. 

📚 Baca juga: 5 Contoh Pertanyaan Interview User dan Tips Lolos Seleksi! [+Jawaban] 

Interview Tahap 3: Tahap Panel Interview

Pada tahap wawancara ini, kandidat akan dihadapkan dengan panelis yang biasanya terdiri dari 3-4 anggota senior perusahaan. Pada sebagian kesempatan, user juga kemungkinan akan bergabung menjadi salah seorang panelis. 

Karena interview ini berhadapan dengan anggota senior, banyak pertanyaan yang akan diarahkan perihal motivasi dari kandidat untuk melamar di perusahaan.

📚 Baca juga: 6 Kiat Menghadapi Panel Interview Beserta Contoh Pertanyaannya! 

Interview Tahap Akhir: Tahap Wawancara dengan C-level

Pada tahap wawancara ini, kandidat akan dihadapkan dengan panelis yang biasanya terdiri dari 3-4 anggota senior perusahaan. Pada sebagian kesempatan, user juga kemungkinan akan bergabung menjadi salah seorang panelis. 

Karena interview ini berhadapan dengan anggota senior, banyak pertanyaan yang akan diarahkan perihal motivasi dari kandidat untuk melamar di perusahaan.

Sedang cari kerja? Temukan pekerjaan impian kamu di CakeResume! Job Portal terbaik dan terpercaya di Indonesia. 🎉

Tahapan Setelah Interview Kerja: Penawaran, Negosiasi, dan Medical Check-up

Tahap interview kerja yang terakhir ialah wawancara dengan direksi/C-level (misal, CEO dan CFO). Umumnya, hanya kandidat untuk posisi senior yang akan diwawancara oleh C-level.

Sama seperti pada panel interview, umumnya pertanyaan pada fase ini tidak terlalu teknikal. Alih-alih, direksi akan lebih fokus untuk menanyakan perihal motivasi dan visi kandidat. Ada kemungkinan, direksi juga akan bertanya perihal perbaikan yang ingin dibawa oleh kandidat kepada perusahaan.

Tips Tahap Persiapan Wawancara

1. Cari Tahu Tentang Perusahaan dan Pewawancara

Pewawancara menyukai kandidat yang tertarik untuk bekerja di perusahaan dan lowongan yang dilamar. Untuk itu, cari tahu sebanyak-banyaknya tentang tugas dan kewajiban untuk posisi yang dilamar. Selain itu, bacalah berita untuk mengetahui perkembangan terbaru perusahaan. Terakhir, cari tahu lebih banyak tentang pewawancara dengan memanfaatkan LinkedIn.

2. Latihan Psikotes

Ada banyak soal tes psikotes yang dapat diakses di internet. Antisipasi jenis-jenis soal yang dapat keluar dengan mengambil beberapa tes sebelum hari-H interview. Dengan berlatih, kandidat akan lebih familiar dengan jenis soal sehingga dapat mengerjakan dengan lebih baik. 

3. Latihan Studi Kasus

Dua hal yang dinilai sangat penting dalam studi kasus adalah logika bisnis dan teknik penyampaian. Untuk melatih kedua hal ini, carilah sebanyak mungkin studi kasus bisnis di internet. Pertimbangkan jawaban untuk setiap studi kasus kemudian berlatihlah untuk menyampaikan jawaban dengan mengeluarkan suara. 

4. Persiapkan Contoh Pekerjaan

Saat tahap interview user/panel, pastikan untuk menyiapkan contoh pekerjaan/pengalaman yang bisa dibagikan kepada pewawancara. Jangan hanya menceritakan tugas yang diemban. Alih-alih, gunakan metode STAR (situation, task, action, dan result) untuk dapat menyampaikan dampak yang diberikan kandidat dalam situasi/tugas tersebut. 

5. Jangan Menjelekan Tempat Kerja Sebelumnya

Pada saat mempersiapkan tahap interview user/HRD/panel, pastikan untuk tidak menyinggung tempat kerja sebelumnya di hadapan tim rekrutmen. Perusahaan ini merekrut kandidat yang bisa menyelesaikan masalah. Karena itu, fokuskan jawaban interview ke arah langkah-langkah yang diambil kandidat dalam menyelesaikan masalah di pertanyaan sebelumnya. 

6. Persiapkan Pertanyaan yang Baik

Pada tahap wawancara kerja, pewawancara umumnya akan memberikan kesempaatan kepada kandidat untuk bertanya. Salah satu langkah untuk menunjukan ketertarikan terhadap posisi pekerjaan/perusahaan, adalah dengan bertanya lebih dalam. Contoh-contoh pertanyaan yang bisa diajukan:

  • Dapatkah Anda menjelaskan bagaimana keseharian pekerjaan di posisi ini?
  • Menurut pendapat Anda, karakteristik seperti apa yang perlu dimiliki kandidat untuk dapat sukses pada posisi ini?

📚 Baca juga: Simak 30 Pertanyaan untuk HRD Saat Interview Kerja

7.     Tanyakan Langkah Selanjutnya

Di penghujung wawancara, pastikan untuk menanyakan langkah selanjutnya. Tanyakan kapan kira-kira tim HRD akan menghubungi Anda untuk menginformasikan perihal langkah selanjutnya. 

8.     Kirimkan Email Terima Kasih Setelah Wawancara

Di setiap akhir wawancara, pastikan untuk mengirimkan email terima kasih kepada tim HRD/user/panelis yang telah meluangkan waktu untuk memproses lamaran kerja.

Konklusi

Demikian tahapan wawancara kerja beserta tips untuk mempersiapkan diri yang telah dirangkumkan. Pastikan kamu mempersiapan diri untuk tiap tahapan wawancara dengan tips-tips di atas.

Tidak hanya website buat CV gratis, CakeResume adalah situs lowongan kerja terpercaya dan transparan. Kamu bisa cari kerjaan impian kamu dengan filter yang tersedia, mulai dari jenis pekerjaan, lokasi, pengalaman kerja, hingga bahasa yang digunakan. Buat CV online, portofolio kerja, dan lamar kerja di website pencari kerja CakeResume.

--- Ditulis Oleh Stephen Antonius ---


Resume Builder

Build your resume only in minutes!

Más artículos que pueden interesarle

Latest relevant articles
Interview Skills
may 7º 2024

5 Cara Menjawab Berapa Gaji yang Anda Inginkan dalam Interview!

Pernah ditanya "Berapa gaji yang Anda inginkan?" saat interview? Ini tips dan contoh jawabannya.