Avatar of Iqbal Ramadhan Alfanny.
Iqbal Ramadhan Alfanny
Every thing we dont know is every think we can learn, Never try is never know
ProfileResume
Posts
0Connections
Print
Avatar of the user.

Iqbal Ramadhan Alfanny

Every thing we dont know is every think we can learn, Never try is never know
No intro yet.
SDIT NIBIIS
Logo of the organization.
STBA Bina Dinamika Bekasi
Bekasi, West Java, Indonesia

Professional Background

  • Current status
    Employed
    Ready to interview
  • Profession
    Elementary / Middle / High School Teacher
    Foreign Language Educator
    Private Tutor
  • Fields
  • Work experience
    4-6 years relevant
  • Management
  • Skills
    Word
    PowerPoint
    Excel
    Google Drive
    Canva
  • Languages
    Arabic
    Professional
    English
    Fluent
    Indonesian
    Native or Bilingual
  • Highest level of education

Job search preferences

  • Desired job type
    Full-time
    Interested in working remotely
  • Desired positions
    guru bahasa arab, guru tahfidz alquran, guru pendidikan agama islam
  • Desired work locations
  • Freelance

Work Experience

Guru Al Quran dan Bahasa Arab

SDIT NIBIIS
Full-time
Jul 2017 - Present
Saya memiliki pengalaman mengajar dalam bidang menghafal Al-Qur'an Banyak metode pembelajaran Al-Quran dan metode hafalan yang saya dapatkan selama saya mengajar. Selain mengajar hafalan Al-Quran saya juga memiliki pengalaman mengajar Bahasa Arab di salah satu sekolah swesta di Bekasi, yaitu Sekolah NIBIIS sejak tahun 2019

Education

Logo of the organization.
Bachelor’s Degree
Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Agama Islam
2017 - 2021
3.29/4 GPA
Activities and societies
Saya juga memiliki lisensi sebagai diving trainer, sejak tahun 2019 saya diterima sebagai diving trainer di Pulau Pramuka Ancol Jakarta
Description
Ospek. Yaa ospek. Karena kampus saya masih cukup gencar melakukan ospek baik tingkat institut maupun jurusan. Dahulu saya saat MA masuk di kelas favorit. Taulah ya kelas favorit yang kebanyakan anaknya pendiam, ambis, mungkin juga cukup egois. Kemudian tibalah saya diterima di kampus STBA ini. Singkat cerita, saat hari terakhir pengenalan jurusan, ada sesi di mana para maba dicengin kalau anak segitu banyaknya eh ternyata nggak banyak yang mau jadi Komting angkatan. Duor.. karena saya masih belia gini ya, jiwa muda saya bergejolak. Akhirnya saya terpilih menjadi Wakomting angkatan. Setelah sehari saya sempat shock, sosok yang pendiam di MA eh ternyata jadi wakomting angkatan. Ahsudahlah pikir saya. Saya pasti bisa mengontrol 40 teman saya ini. Hari demi hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan sudah saya lewati kegiatan ospek ini dengan teman-teman saya. Penuh suka duka ketika kami berdebat dengan senior. Penuh kerja keras buat kami untuk mengenal dan memahami karakter satu sama lain. Bahkan akhir semester 1, saya sempat down. Di saat libur semester tiba, saya tidak pulang ke rumah. Memikirkan nasib ospek yang makin lama makin sibuk. Memikirkan drama yang dibuat senior. Saya sebenarnya benci juga ada senior yang membodoh bodohi saya, ehh nyatanya, attitude dia saat di kelas juga sama saja suka bolos padahal dia sosok IC/komdis. Akhirnya, komting kami pun juga ingin lengser padahal ospek juga belum selesai. Akhirnya, saya di situ pun juga ingin lengser karena menurut saya itu sudah sepaket. Saya tidak ambis jabatan. Tapi saya berjanji kalau saya masih mendukung dan lebih kritis lagi kepada senior. Saya pada waktu itu sebenarnya ingin melakukan demo di depan himpunan. Tapi saya kira itu belum waktunya. Toh proker himpunan sendiri masih banyak dan mereka sebenarnya juga butuh kami. Yaa ternyata sampai saat ini, saat saya menjelang lulus begini aamiin hehe, saya rasa ospek itu hal yang sangaaattt penting bagi kehidupan mahasiswa. Bahkan kalau saya dipercaya menjadi seorang konseptor, saya bakal bekerja sama dengan TNI untuk mendisiplinkan mahasiswa gen Y ini. Banyak pelajaran yang saya dapat ketika ospek yaitu leadership, komunikasi, berpikir kritis, sabar, ulet, dan teamwork. Bagi saya, ospek untuk generasi selanjutnya masihh sangat perlu jika ingin adab di Indonesia tidak bergeser kebarat-baratan. Saya sangat tidak setuju pada mendikbud zamannya Nadiem Makarim sampai sekarang mungkin ya. Masa iya, dengan mudahnya murid melaporkan guru. Tapi jika mereka berjoget-joget di depan guru, dia cuma minta maaf. Model anak bangsa apaa yang dicita-citakan para penggede negeri ini. Semoga baik baik saja keadaannya. Nb. Di kampus saya tidak ada kontak fisik dalam pengkaderan. Hal ini murni kami berperang dalam pola pikir. Lagian, kalau terjadi kontak fisik, kuy diselesaikan secara jantan saja ngga usah ribet. Hehe~. Saya benci tindakan senior yang "bodoh" alias bacotan dan faktanya dia bertentangan. Saya juga benci apabila junior saya itu tidak punya sikap yang baik. Senior itu cuma menguji. Bukan menggurui. Toh kalian juga punya akal buat ngerti baik buruk. Santai saja mengobrol dengan mereka asal tau sikap sopan santun