Apa itu Work Life Balance dan Pentingnya di Era Digital!

Kehidupan kerja yang terlalu sibuk seringkali membuat orang lupa waktu bahkan saat akhir pekan sekalipun. Sampai akhirnya lupa akan perlunya keseimbangan kehidupan kerja, atau yang biasa dikenal dengan istilah work life balance.

Sebagian orang mungkin sulit untuk menerapkan keseimbangan itu. Artikel Cake kali ini akan mengulas secara lengkap mulai dari apa itu work life balance, apa yang mempengaruhinya, manfaatnya, hingga cara mencapai keseimbangan kehidupan kerja tersebut.

Apa itu Work Life Balance?

Sesuai judul di atas, “apa sih, work life balance itu?

Work life balance artinya adanya keseimbangan antara dunia pekerjaan dengan kehidupan pribadi di luar pekerjaan, seperti kehidupan berkeluarga atau rumah tangga.

Contoh work life balance adalah walaupun pekerjaan di kantor banyak dan berat, seorang karyawan bisa mengatur waktu dengan baik serta masih bisa memakai waktu luangnya setelah pulang untuk melakukan kegiatan pribadi atau hobinya, seperti membaca buku ataupun menghabiskan waktu bersama keluarga dan berekreasi, khususnya saat akhir pekan.

Sebaliknya, contoh orang yang tidak memiliki work life balance adalah jika sesampainya di rumah, seorang karyawan terus memikirkan pekerjaannya, sampai-sampai tidak punya waktu untuk mengurus diri sendiri dan melakukan hobinya.

Tentunya semua pekerja mengharapkan adanya keseimbangan kehidupan kerja. Akan tetapi ada berbagai faktor yang bisa mempengaruhi work life balance, seperti tipe kepribadian yang dimiliki, cara dibesarkan oleh orang tua, dan juga budaya kerja perusahaan.

📚 Baca juga:  Kenali 8 Tanda Kenapa Kamu Harus Resign!

Pentingnya Work Life Balance

Manfaat Work Life Balance
Manfaat Work Life Balance

Banyaknya pekerjaan dan aktivitas cenderung membuat orang memiliki work life balance yang minim. Pada dasarnya, tidak baik jika kehidupan seseorang hanya dipenuhi dengan kerja, kerja, dan kerja. Faktanya, keseimbangan kehidupan kerja berdampak besar bagi mental dan kesehatan karyawan. Kira-kira, apa saja ya manfaat dari work life balance?

1. Menumbuhkan Kesehatan Mental dan Fisik

Work life balance bermanfaat tidak hanya untuk menumbuhkan kesehatan fisik, tapi juga mental. Jika kamu memanfaatkan waktu setelah jam kerjamu dengan berolahraga,  mengkonsumsi makanan bergizi, dan tidur cukup, tubuhmu akan fit pada keesokan harinya. Selain itu, keseimbangan tersebut juga membuat emosimu lebih stabil dan pikiran jernih.

2. Pekerjaan Menjadi Lebih Produktif

Jika kamu cukup istirahat dan memiliki tubuh yang bugar, kerjamu akan menjadi lebih produktif karena kamu bisa fokus dalam mengerjakan pekerjaanmu. Coba kalau kamu kurang istirahat apalagi sampai sakit, yang awalnya berencana kerja non-stop supaya pekerjaanmu cepat selesai, malah jadinya kamu tidak bisa kerja sama sekali.

3. Tingkat Stress Berkurang

Tekanan kerja atau tingkat stress adalah hal yang terkadang diremehkan banyak orang, padahal kalau dibiarkan bisa memberikan efek yang buruk untuk jangka panjangnya. 

Dengan adanya keseimbangan kehidupan kerja, tingkat stress karyawan bisa berkurang karena kamu memberikan kesempatan bagi tubuhmu untuk beristirahat, merelaksasi pikiran, dan melakukan hal penting lainnya di luar pekerjaan.

4. Meningkatkan Relasi atau Hubungan Baik

Work life balance adalah faktor yang berperan besar dalam menumbuhkan relasi antara karyawan dengan keluarga. Mengapa demikian? Jika kamu terus bekerja sampai larut malam, tentunya waktu yang kamu miliki bersama keluarga menjadi lebih sedikit. 

Walaupun bekerja dengan giat sangat penting, tapi perlu diingat kalau waktu tidak bisa ditukar dengan uang. Oleh karena itu penting untuk memanfaatkan waktu menjalin relasi dengan orang yang kamu sayangi.

Secara garis besar, dengan adanya work life balance bisa membuat karyawan merasa lebih bahagia. Oleh kaena itu, sudah sepatutnya semakin banyak perusahaan yang menerapkan work life balance mengingat pentingnya work life balance tersebut.

📚 Baca juga:  Pengembangan Diri untuk Mencari Potensi Diri: Pengertian, Manfaat, Tips, Dll.

Bagaimana Cara Mencapai Work Life Balance?

Setelah mengetahui apa saja manfaat dari work life balance, Cake akan membahas bagaimana cara mencapainya. 

1. Bekerja Secara Cerdas dan Produktif

Supaya keseimbangan kehidupan kerja bisa tercapai, kamu perlu bekerja secara cerdas, yaitu mengenali dirimu. Mengenali kelebihan serta kekurangan kamu. Contohnya, untuk mengerjakan pekerjaan X, berapa lamakah waktu yang dibutuhkan. Jika sudah tahu, kamu bisa mengatur pembagian waktumu secara tepat.

Selain itu, kamu juga bisa melihat prioritas, manakah pekerjaan yang harus diselesaikan hari itu juga, mana yang bisa dikerjakan esok hari. Dengan demikian, kamu bisa bekerja secara lebih produktif, fokus, dan efisien.

2. Kurangi Sikap Perfeksionis

Sebenarnya perfeksionisme bukanlah sikap yang buruk, terkadang sikap ini dibutuhkan supaya kamu bisa memberikan yang terbaik. Akan tetapi, kamu perlu realistis dan melihat kondisi. Tidak semua hal diharuskan untuk menjadi sempurna.

Sikap perfeksionis yang terlalu berlebih bisa merusak fisik dan mental. Kamu juga perlu beristirahat dan memakai waktu di luar waktu kerja untuk hal selain pekerjaan. Oleh karena itu, supaya kamu bisa mencapai work life balance, kamu perlu mengurangi sikap perfeksionis yang ada pada dirimu.

3. Tentukan Batasan dan Jam Kerjamu

Menentukan batasan dan jam kerja adalah hal yang sangat penting dan hal ini hanya bisa ditentukan oleh kamu sendiri karena hanya kamulah yang mengetahui kemampuan diri dan kekuatan tubuhmu sendiri.

Untuk mengeksekusinya, kamu perlu berani untuk mengatakan ‘tidak’. Jangan merasa tidak enakan dan menerima saja pekerjaan apapun yang diberikan walaupun jam kerjamu sudah berakhir. Usahakan juga untuk tidak menerima tawaran meeting saat sudah mendekati jam pulang kantor.

4. Susun Jadwal untuk Setiap Pekerjaan

Work life balance akan lebih mudah dicapai jika di saat jam kerja kamu bisa bekerja secara produktif. Supaya lebih produktif, kamu bisa membuat jadwal untuk setiap pekerjaan yang harus kamu kerjakan pada hari itu karena menetapkan jadwal adalah salah satu strategi manajemen waktu yang baik.

Kamu bisa menentukan waktu dimana kamu merasa paling produktif atau bisa bekerja secara optimal untuk mengerjakan pekerjaan yang paling utama. Untuk pekerjaan yang kurang penting atau bukan prioritas, kamu bisa mengerjakannya di lain waktu. Selain itu, usahakan untuk tidak mengecek email dan ponsel secara terus menerus karena ini bisa membuang waktumu.

5. Berolahraga Secara Teratur

Walaupun kamu sudah lelah bekerja, kamu tetap perlu mengkhususkan waktu untuk berolahraga secara teratur supaya tubuhmu tetap sehat dan bisa bekerja secara prima. Olahraga yang dilakukan tidak harus olahraga berat, bisa juga hanya sekadar olahraga ringan ataupun meditasi.

6. Luangkan Waktu untuk Dirimu dan Orang Terdekat

Cara mencapai work life balance yang terakhir adalah dengan meluangkan waktu untuk diri sendiri dan juga orang terdekat. Keseimbangan kehidupan kerja bisa dibilang tercapai jika hidupmu tidak hanya untuk kerja, melainkan terpenuhinya kebutuhan sosial dan psikologismu.

Luangkan waktu yang ada untuk kamu habiskan bersama keluarga yang kamu sayangi. Tanpa kamu sadari, justru hal-hal seperti inilah yang bisa menguatkanmu dan mengisi kembali energimu.

Indikator Pencapaian Work Life Balance

Bagi kamu yang masih belum mengenali apakah kamu memiliki keseimbangan kehidupan kerja atau tidak, tidak perlu khawatir sama sekali. Ada cara yang bisa kamu gunakan untuk mengetahuinya, yaitu dengan memperhatikan indikator pencapaian work life balance berikut.

1. Kamu Mengetahui Prioritas Kamu

Orang yang memiliki work life balance adalah orang yang mengetahui apa yang diprioritaskan. Setelah mengetahui prioritas, kamu bisa memutuskan pekerjaan mana yang harus dan tidak harus kamu kerjakan pada hari itu. 

2. Kamu Memiliki Jam Tidur yang Cukup

Tidur cukup adalah salah satu indikator work life balance. Jika pikiran tenang, kamu bisa tidur yang cukup dan juga nyenyak. Sebaliknya, orang yang bekerja secara terus menerus cenderung sulit tidur karena terus terbayang-bayang dengan pekerjaan yang belum selesai ataupun merasa stress.

3. Kamu Bisa Mengontrol Emosi dengan Baik

Orang yang stress atau terlalu lelah karena kebanyakan kerja ataupun karena kurang tidur bisa jadi akan lebih sensitif bahkan terhadap hal kecil. Oleh karena itu, jika kamu cukup tidur, kamu akan lebih bisa mengontrol emosi dengan baik.

4. Kamu Memiliki Waktu untuk Kegiatan lain Selain Pekerjaan

Keseimbangan kehidupan kerja ditandai dengan hidupmu yang tidak hanya diisi dengan bekerja, melainkan memiliki waktu untuk kegiatan lainnya, baik sekadar melakukan hobi, rekreasi, ikut kegiatan volunteer, atau yang lain-lain. 

5. Terpenuhinya Urusan Pekerjaan, Keluarga, dan Pribadi

Jika baik urusan pekerjaan maupun urusan keluarga dan pribadi terpenuhi, tandanya kamu sudah mencapai work life balance. Dengan kata lain, kamu tidak mengalami kesusahan dalam membuat janji dengan teman atau sekadar menghabiskan waktu bersama keluarga di rumah.

Bagaimana Cara Mencapai Work Life Balance di Masa Pandemi?

Tips Mencapai Work-Life Balance
Tips Mencapai Work-Life Balance

Sejak akhir tahun 2019 pandemi muncul di Indonesia, yang mengakibatkan sebagian kantor menerapkan cara kerja work from home (kerja dari rumah). Saat bekerja jarak jauh, kemungkinan akan lebih sulit bagi para pegawai untuk mencapai keseimbangan kehidupan kerja. Kira-kira, bagaimana cara mencapai work life balance saat bekerja jarak jauh, khususnya di masa pandemi?

1. Matikan atau Batasi Notifikasi

Saat bekerja dari rumah, pekerja cenderung terbagi fokusnya antara bekerja dan mengerjakan urusan personal. Untuk itu, kamu bisa mengatur dan membatasi notifikasi yang muncul. Contohnya, saat jam kerja kamu mematikan notifikasi untuk urusan personal, sedangkan setelah jam kerja kamu mematikan notifikasi untuk urusan pekerjaan.

2. Membedakan Profil atau Pemakaian Browser

Supaya kamu fokus dan data tidak tercampur, kamu bisa menggunakan dua browser yang berbeda. Atau kamu juga bisa memakai satu browser yang sama tapi dengan dua profil yang berbeda, sehingga setelah selesai bekerja, kamu pun bisa memilih profil lainnya yang kamu gunakan untuk keperluan pribadi di browsermu.

3. Pilih Ruangan yang Tepat Saat Bekerja Jarak Jauh

Memilih tempat yang tepat bekerja sangatlah penting karena kesalahan tempat malah bisa membuat kamu jadi tidak produktif. Contohnya, bekerja di tempat tidur atau di ruang makan. Usahakan untuk mencari ruang di mana kamu bisa fokus bekerja, bukannya membuat kamu jadi bermalas-malasan atau mengerjakan pekerjaan rumah.

4. Jangan Membatalkan atau Mengubah Jadwal Meeting

Walaupun kamu merasa lebih enak kalau meeting dilakukan setelah kembali ke kantor, usahakan untuk tidak membatalkan atau mengubah jadwal meeting yang sudah direncanakan sebelumnya. Dengan demikian, saat kamu kembali ke kantor hal ini sudah selesai dan kamu tidak ada ‘hutang’. 

Itu dia cara mencapai work life balance bersama indikator pencapaiannya. Tunggu apa lagi? Langsung saja cek apakah kamu sudah mencapainya atau belum. Jika belum, tentunya bisa mengikuti cara yang sudah disebutkan di atas. Good luck!


--- Ditulis Oleh Meitty Mulyadi ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!

More Articles you might be interested in

Latest relevant articles
Resume & CV
May 7th 2024

5 Contoh Daftar Riwayat Hidup Tulis Tangan dan Cara Membuatnya!

Daftar riwayat hidup adalah dokumen wajib untuk melamar kerja. Baca artikel ini untuk melihat contoh daftar riwayat hidup tulis tangan yang menarik!