Pengalaman Bekerja di FMCG Unilever (UFLP) Setelah Lulus dari Jurusan Teknik

FMCG atau fast-moving consumer goods adalah istilah untuk produk yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. Disebut fast-moving karena merupakan produk yang dijual cepat, diproduksi dalam jumlah banyak, dengan harga yang terjangkau. 

Di Indonesia, industri ini berkembang sangat pesat, karena banyaknya demand atau kebutuhan pasar akan produk ini. Fokus FMCG yang terletak pada penyediaan barang dan distribusi barang agar cepat sampai ke tangan konsumen menjadikan industri FMCG salah satu industri yang cukup stabil, meskipun dilanda pandemi. 

Bicara mengenai stabilitas yang ditawarkan, bekerja di industri FMCG menarik banyak peminat. Industri FMCG juga menyediakan banyak peluang karir tidak hanya untuk lulusan bisnis atau marketing tapi juga jurusan lainnya.

CakeResume mempertimbangkan industri tersebut sebagai industri yang memiliki peluang karir yang baik bagi para fresh graduates. Oleh karena itu dalam acara webinar Talent Connect yang diselenggarakan CakeResume setiap bulannya, CakeResume mengundang narasumber dari industri FMCG, Owen Orlando untuk membagikan perjalanan karirnya sebagai Assistant Brand Manager di bawah program Unilever Future Leaders Program (UFLP). Melalui rotasi lintas divisi Marketing dan Sales sampai pengembangan profesional langsung dari para pemimpin Unilever, program ini akan menyiapkan mereka untuk menjadi pemimpin-pemimpin Unilever di masa depan. 

kerja di unilever, bekerja di unilever, cara bekerja di unilever
Perjalanan Karir Owen di Unilever

💡 Tentang Unilever

Unilever masuk Indonesia sejak 1933 dan telah menemani konsumen Indonesia di  berbagai generasi. Selama puluhan tahun perkembangan ekonomi dan bisnis di Indonesia, Unilever tetap menjadi industri yang diminati untuk investasi, perkembangan karir, dan juga integrasi bisnis lainnya.

Pilihan Owen untuk Berbelok Karir dan Terjun ke Industri FMCG 

Owen memulai karir di Unilever melalui program Unilever Future Leaders Program sejak Oktober 2021 setelah lulus jurusan Teknik Metalurgi di Institut Teknik Bandung (ITB). Meskipun memiliki latar belakang pendidikan yang tidak berhubungan dengan dunia kerja FMCG, bukanlah suatu alasan untuk tidak “stand-out” di bidang tersebut. 

Owen merasa karir di bidang teknik kurang sesuai dengan passion yang ia miliki. Owen merasa bahwa ia dapat melakukan hal lebih jika keluar dari industri tersebut. 

📚 Baca juga: Haruskah Bekerja Sesuai Passion? Mendayung Di Antara Dua Karang

Mulai dari semester 6 aku rasa harus discovering passion dan mencari karir yang sesuai passion”, jawab Owen ketika sedang membahas pemikirannya untuk banting setir dari jurusan Teknik Metalurgi. Kemudian ia membahas tentang ketertarikannya terhadap consumer insights, yaitu pemahaman perilaku customer yang bisa digunakan untuk meningkatkan pengembangan produk.

Customer insights di industri FMCG membuat Owen mampu menerjemahkan apa sebenarnya kebutuhan customer yang bisa dipenuhi melalui produk perusahaan. Disinilah titik temu antara passion dan keinginannya untuk bisa melakukan sesuatu yang lebih untuk perkembangan karirnya. 

apa itu fmcg
Produk Perusahaan FMCG

Karir di FMCG mengajarkan bagaimana memandang kebutuhan customer sebagai sesuatu yang unik dan berbeda satu sama lain. Contohnya, dalam pengalaman kerja di Unilever, Owen mempelajari perbedaan karakteristik customer Lifebuoy dan Lux. Meskipun sama-sama produk sabun yang berasal dari Unilever, perbedaan karakteristik ini mempengaruhi cara komunikasi produk ke pelanggan melalui media promosi. 

Meskipun sebelumnya tidak ada latar belakang pendidikan bisnis ataupun marketing, bekerja di Unilever membuat Owen belajar banyak hal baru. Salah satunya memahami apa itu 4P (product, price, place, promotion). 

💡 Tahukah kamu?

Selain istilah fast-moving, ada pula istilah slow-moving. Fast-moving adalah barang yang membutuhkan perpindahan yang cepat dari tangan produsen ke konsumen, karena faktor permintaan pasar yang selalu ada setiap saat. Sedangkan slow-moving adalah barang yang tidak digunakan setiap hari, seperti logam, emas, dan mesin.

Pengalaman Masa Kuliah yang Membentuk Fondasi Owen untuk Berkarir di Unilever

Jurusan teknik bisa kerja di divisi Marketing dan Sales Unilever? Mungkin banyak dari antara kamu yang berpikir bahwa bekerja harus sesuai dengan jurusan kuliah. Padahal dalam dunia kerja, tidak semua orang memilih untuk bekerja sesuai dengan jurusan saat kuliah. Berkaca dari pengalaman Owen yang kuliah jurusan teknik tapi sekarang memiliki karir yang berbeda seratus delapan puluh derajat. 

Membangun Drive dan Rasa Tanggung Jawab Melalui Organisasi

Selama masa kuliah, Owen tidak hanya belajar engineering sebagai jurusan utama, tetapi ia juga mengasah soft skill dengan aktif berorganisasi. Selama kuliah empat tahun, Owen memiliki 11 pengalaman sebagai stakeholder organisasi.

Organisasi kini sering dipandang sebelah mata oleh banyak orang karena dianggap tidak penting saat kuliah. “Untuk apa sibuk organisasi, menyita banyak waktu”, begitu komentar yang sering diterima oleh aktivis organisasi. 

Owen sendiri sebagai aktivis organisasi, merasakan manfaat bergabung di organisasi. Saat aktif di organisasi tertentu, kita akan dituntut untuk memiliki tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama. Ketika terlatih bekerja dengan tanggung jawab, kita akan membiasakan diri untuk memiliki tujuan yang jelas ketika terjun ke dunia kerja sesungguhnya. 

Owen Menekankan Pengalaman Memecahkan Real-life Problems

Mengasah soft skill melalui organisasi terkadang tidak cukup untuk bisa berbelok karir. Owen berbagi tips, untuk pindah ke industri yang sama sekali belum pernah dipelajari, bisa dengan mengikuti berbagai lomba yang berkaitan dengan industri tersebut. Misalnya, Owen mengikuti lomba terkait business case di beberapa bank, perusahaan telekomunikasi, industri besi, dan juga beberapa perusahaan FMCG. 

Tips lain dari Owen, untuk para mahasiswa yang masih memikirkan tentang karir masa depannya, bisa mulai cari lowongan pekerjaan dari sebelum lulus, aktif organisasi atau intern saat masa kuliah untuk membuka peluang di industri yang lebih luas, dan mulai buat CV yang menarik karena CV merupakan bagian dari self branding seseorang ketika melamar kerja.

Keseharian Owen Bekerja di Unilever: Apa Saja Job Desk nya?

Keseharian Owen sebagai Assistant Brand Manager di Unilever penuh dengan tantangan dan hal baru. Tantangan demi tantangan yang dihadapi setiap harinya membuktikan adanya peningkatan kemampuan yang dimiliki. Proyek untuk setiap brand yang ditangani pun berbeda-beda. 

Berdasarkan pengalaman bekerja di Unilever, Owen membagikan rincian pekerjaan sebagai assistant brand manager Lifebuoy:

  • Mempelajari produk. Mulai dari kandungan produk, manfaat, hingga keunikan produk dari produk lainnya. Sebelum bisa menjual produk ke konsumen, seorang brand manager harus memiliki pemahaman produk yang baik.
  • Menentukan harga. Persaingan harga di industri FMCG cukup berpengaruh, karena banyaknya perusahaan yang berkontribusi di industri ini. Riset pasar perlu dilakukan untuk menentukan harga yang sesuai tanpa menjatuhkan harga pasar, tapi masih dalam jangkauan konsumen.
  • Penempatan produk. Setelah menentukan harga, produk ditempatkan di tempat penjualan yang mudah dijangkau konsumen. Misalkan di supermarket atau platform e-commerce.
  • Promosi. Cara komunikasi ke konsumen agar konsumen mengenal produk dan tertarik membeli produk. Dalam promosi ini, Owen sebagai brand manager juga harus menonjolkan keunggulan produk dari produk lain.

📚 Baca juga: Mau Jadi Brand Manager? Kenali Tugas, Skill dan Caranya!

Tips Owen dalam Membuat CV untuk Melamar Kerja di Unilever

Owen berkata bahwa cara melamar kerja di Unilever tidak sulit. Kunci utama ketika melamar pekerjaan adalah memiliki CV yang menarik. Karena CV merupakan gerbang bagi HR untuk mengenal seorang kandidat. 

Anggaplah CV merupakan satu-satunya kesempatan memperkenalkan diri, tentu kamu harus memanfaatkannya dengan baik. Inilah yang disebut sebagai self branding, dimana kamu mempromosikan diri kamu dengan menonjolkan kemampuan yang kamu miliki di bidang terkait agar menarik perhatian HR.

1. Buat Curriculum Vitae (CV)  yang relevan

Jika memungkinkan, buat CV yang berbeda untuk setiap lowongan yang dilamar. Karena setiap lowongan memiliki perbedaan, begitu pula surat lamaran yang kamu buat. Sederhananya, jika kamu melamar di beberapa industri, kamu tidak bisa menggunakan satu CV yang sama. Karena masing-masing lowongan memerlukan skill yang berbeda.

Contohnya, Unilever sangat memperhatikan tujuan hidup seorang kandidat. Maka itu, kamu bisa mencantumkan tujuan hidup di CV sebagai poin tambahan. Khususnya untuk program Unilever Future Leaders Program (UFLP), salah satu kualifikasi yang dicari adalah kandidat yang memiliki jiwa kepemimpinan dan aktif berorganisasi. Oleh karena itu, Owen menekankan pengalamannya sebagai stakeholder dari 11 organisasi semasa kuliah.

CV dibuat di CakeResume

2. Kuantitas tidak menentukan kualitas

Semakin banyak pengalaman kerja tidak selalu berarti semakin baik. Kamu harus memilah pengalaman kerja yang relevan dengan lowongan yang ingin kamu lamar. Misalnya, ketika kamu memiliki 10 pengalaman bekerja, tapi hanya 3 diantaranya yang relevan. Maka kamu cukup mencantumkan 3 pengalaman yang relevan. 

Deskripsikan juga secara detail kontribusi apa yang kamu berikan dalam pekerjaan tersebut. Misal, semasa kuliah, Owen pernah menjabat sebagai Head of Human Resources pada sebuah organisasi kampus. Owen memberikan deskripsi hal apa saja yang sudah dilakukan, dari planning, organizing, actuating, and controlling (POAC). Ia juga menjelaskan selain detail pekerjaan, untuk menjelaskan kualitas kamu bisa menyoroti ide-ide baru yang kamu bawa ke organisasi atau instansi tertentu. 

CV dibuat di CakeResume

3. Soroti dampak yang kamu lakukan

Bukan hanya pencapaian yang kamu miliki, kamu juga harus bisa menyoroti dampak positif apa yang kamu lakukan. Misalkan kamu memiliki pengalaman sebagai sukarelawan. Dampak apa yang bisa kamu berikan ketika menjalankan sukarelawan tersebut. 

Buat CV untuk melamar kerja di CakeResume, tersedia 12+ template yang ATS friendly dan menarik. Gratis download PDF 🎉 

Industri FMCG merupakan industri stabil yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Kebutuhan masyarakat akan produk FMCG akan selalu ada sekalipun berada di tengah bayang-bayang pandemi, membuat peluang karir di industri ini cukup menjanjikan.

Sesuai dengan namanya, fast-moving, tidak hanya menggambarkan kecepatan pendistribusian barang, tapi produknya juga harus disesuaikan dengan perkembangan zaman yang terus berubah. Faktor inilah yang memberikan generasi muda ruangan untuk berinovasi dan menjadikan industri FMCG sebagai industri yang menawarkan banyak peluang karir.

Jurusan kuliah akan menentukan karir seseorang pada banyak kasus, tetapi tidak ada salahnya untuk mengeksplorasi peluang karir yang berbeda dari jurusan. Seperti Owen yang berusaha untuk menemukan passion dan hal yang ingin ia capai sedini mungkin, yuk jangan berhenti untuk mencari kesempatan sebanyak mungkin, karena karirmu ditentukan oleh diri kamu sendiri.

Resume Builder

Build your resume only in minutes!

More Articles you might be interested in

Latest relevant articles
Interview Skills
Feb 7th 2023

5 Cara Menjawab Berapa Gaji yang Anda Inginkan dalam Interview!

Ditanya "Berapa gaji yang Anda inginkan" saat interview? Kamu dapat menjawab dengan estimasi gaji dan alasanmu seperti “Di pekerjaan saya sebelumnya, saya menerima rata-rata gaji X juta sampai X juta dari fresh graduate hingga...