Contoh Portofolio Fotografi Menarik Beserta 7 Tips Wajib Tahu!

Ingin mendapatkan pekerjaan sebagai fotografer lebih mudah? Ingin mengembangkan bisnis fotografi kamu? Atau kamu ingin membangun personal branding dirimu sebagai seorang fotografer? Nah, membuat portofolio adalah jawabannya! 

Salah satu cara terbaik untuk menarik klien atau rekruter adalah dengan membuat portofolio fotografi. Kamu harus bisa membuat portofolio yang bisa menarik perhatian mereka. Ada beberapa cara membuat portofolio fotografi, salah satunya adalah portofolio fotografi online.

Kenapa Membuat Portofolio Fotografi Online?

Portofolio fotografer bisa dibuat secara tradisional dan digital. Portofolio tradisional merupakan portofolio fotografi cetak yang bisa dipegang secara fisik. Sedangkan portofolio digital adalah kumpulan portofolio fotografi kamu yang ditampilkan melalui platform online. 

Keduanya memiliki keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Namun, membuat portofolio fotografi secara online sangat disarankan di era ini.

✅  Keunggulan membuat portofolio fotografi online:

  • Dapat diakses secara mudah melalui platform online
  • Ada banyak pilihan template yang bisa kamu gunakan
  • Mudah untuk diperbarui
  • Menghemat uang untuk mencetak contoh portofolio photography
  • Mudah untuk dikirim atau disebar

Sedangkan portofolio tradisional memerlukan kamu untuk mengeluarkan uang lebih banyak untuk mencetak dan memperbarui portofolio fisik. Selain itu, kamu perlu membawa portofolio yang tebal dan berat kemana-mana. Jika kamu kehilangan portofolio fotografi kamu saat wawancara kerja, kamu tidak bisa mengaksesnya secara mudah. Oleh karena itu, membuat portofolio fotografer digital sangatlah disarankan. 

Setelah mengetahui dua tipe portofolio fotografer, CakeResume telah meringkas langkah mudah cara membuat portofolio fotografi yang harus kamu ketahui. Di akhir artikel ini juga ada beberapa contoh portofolio fotografi untuk inspirasi kamu!

Cara Mudah Membuat Portofolio Fotografer

Portofolio fotografi online pun juga dapat dilakukan dengan membuat website portofolio atau dari sebuah platform online. Untuk artikel ini, CakeResume akan lebih fokus menjelaskan langkah-langkah membuat portofolio fotografer di platform online, ya! 

1. Tentukan Tujuan Kamu Membuat Portofolio Fotografer

Sebelum mulai membuat portofolio fotografer, kamu harus menentukan tujuan kamu dalam membuat portofolio fotografi tersebut. Dengan mengetahui tujuan kamu, kamu akan mengetahui apa yang ingin kamu capai serta langkah-langkah jelas yang harus kamu ambil untuk mencapainya. 

✅ Tanyakanlah hal-hal berikut kepada diri kamu sendiri:

  • Siapa audiens kamu? Klien seperti apa yang ingin kamu bawa ke portofolio fotografi kamu? Apakah mereka orang, sebuah perusahaan, atau publikasi?
  • Apa keunggulan dan kesukaan kamu? Apakah kamu mahir dalam memotret pemandangan? Atau kamu lebih mahir memotret makhluk hidup? Apakah kamu suka memotret foto hitam putih? Atau kamu senang dan unggul dalam menggunakan Photoshop?
  • Apa ciri khas fotografi kamu? Apakah itu palet warnanya? Objeknya? Atau emosi dalam potretan kamu? Jika kamu dapat memilih satu foto yang dapat mewakili ciri khas fotografi kamu, apakah itu?
  • Apa tujuan bisnis fotografi kamu? Apakah kamu perlu berlatih mengambil lebih banyak foto? Apakah kamu ingin mengembangkan jenis fotografi kamu ke bidang lainnya seperti pakaian atau makanan? Adakah hal lain yang ingin kamu kembangkan dari fotografi kamu?

2. Sesuaikan Portofolio Fotografer dengan Audiens

Setelah memperjelas tujuan kamu membuat portofolio, langkah kedua dari cara bikin portofolio fotografi adalah menentukan target audiens kamu. Pikirkan siapa yang akan melihat portofolio fotografi kamu.

Jika kamu sedang melamar posisi sebagai fotografer properti perumahan, maka portofolio fotografi yang kamu buat perlu mengarah kesana juga. Mengisi portofolio fotografi kamu dengan foto-foto makanan atau pemandangan bukanlah hal yang terbaik. Pilih spesialisasi fotografi dan audiens kamu.

Tapi, jika kamu menyukai berbagai jenis fotografi, kamu tidak harus berkonsentrasi pada satu jenis fotografi saja. Kamu tetap bisa membuat berbagai jenis portofolio fotografi. Strategi yang terbaik adalah membuat portofolio fotografi baru untuk setiap klien atau pekerjaan baru yang sesuai dengan industri atau tema mereka. 

3. Pilih Platform untuk Membuat Portofolio Fotografer

Langkah selanjutnya adalah mulai membuat portofolio kamu! Untuk membuat portofolio fotografer digital, pilihlah sebuah platform untuk menyusun foto-foto kamu. Berikut adalah beberapa platform yang bisa kamu gunakan: 

  • CakeResume
    CakeResume adalah situs yang bisa kamu gunakan untuk membuat portofolio fotografi secara mudah dan gratis tanpa batas! Kamu juga dapat mencantumkan portofolio fotografi online Cakresume sebagai link di CV kamu.

    Portofolio maker gratis di CakeResume juga memungkinkan kamu untuk membuat beberapa portofolio yang bisa kamu tunjukkan di profil. Fitur ini sangat memudahkan audiens untuk melihat seluruh proyek kamu. Kalau kamu memerlukan inspirasi, kamu juga bisa melihat contoh desain portofolio fotografi orang lain, lho!
    
  • Dribbble
    Dribbble adalah sebuah platform bertampilan media sosial yang dapat digunakan untuk membuat portofolio fotografi. Pengguna dapat mengunggah karyanya yang dinamai sebagai “Shots”. Setiap shots harus diunggah dengan rasio 4:3. Shots yang kamu unggah akan ditampilkan di profil kamu sebagai thumbnail dan audiens dapat membaca deskripsi, mengomentari, atau membagikan shots kamu seperti media sosial.
    
  • Media Sosial
    Tentunya, kamu dapat menggunakan media sosial sebagai media untuk menampilkan hasil fotografi kamu. Buatlah akun khusus portofolio fotografi dan unggah foto-foto terbaik kamu!

📚  Bacaan lanjutan: 15 Website Gratis untuk Portofolio yang Menarik

4. Hanya Pilih Foto Terbaik untuk Portofolio Fotografi Kamu

Kalau sudah menentukan platform online yang akan digunakan, pilihlah foto terbaik untuk diunggah ke portofolio fotografi kamu.

Ketika sedang memilih-milih foto, ingatkan diri sendiri tentang tujuan kamu membuat portofolio fotografi ini dan siapa audiens kamu. Seleksi foto terbaik dengan memikirkan juga tentang warnanya, kualitas gambar, dan relevansinya. Jangan membombardir audiens dengan semua foto yang kamu miliki. Utamakan kualitas, bukan kuantitas.

  • Hanya pilih foto terbaik kamu: Pilih foto kamu secara objektif dengan memprioritaskan gambar yang berkualitas tinggi. Ingat, rekruter atau klien akan menilai karya kamu dalam enam detik pertama mereka melihat portofolio fotografi kamu.
  • Pastikan bahwa setiap gambar yang kamu pilih sesuai dengan branding kamu: Mungkin kamu berspesialisasi dalam fotografi arsitektur. Maka, memasukkan fotografi busana itu tidak tepat untuk portofolio fotografi ini.

5. Buatlah Cerita di balik Foto

Gunakan kolom deskripsi untuk membagikan cerita di balik foto dalam portofolio fotografi kamu. Bangkitkan emosi audiens melalui cerita tersebut. 

Salah satu caranya adalah menggunakan kata-kata sensorik atau kata-kata yang dapat membangkitkan indra mereka seperti “menerjang”, “raksasa”, “manis”, dan masih banyak lagi. Kamu juga bisa menampilkan beberapa cuplikan dibelakang layar tentang bagaimana karya tersebut dibuat.

Jika kamu menaruh beberapa foto di portofolio fotografi untuk memberikan sebuah cerita, pastikan untuk menampilkannya dalam urutan yang masuk akal bagi audiens.

6. Pilih Desain yang Sederhana 

Ketika kamu mengkompilasikan fotografi kamu di sebuah platform online, pilihlah desain yang sederhana. Kamu ingin membuat foto kamu yang menonjol, bukan desain portofolio fotografi kamu. Gunakan desain yang cocok dengan branding kamu dan yang dapat membuat hasil fotografi kamu lebih menonjol.

7. Dapatkan Umpan Balik Profesional

Tentunya, segala masukan yang kamu dapatkan itu bermanfaat. Entah itu dari keluarga, teman, sosial media, atau pendapat dari forum fotografi. Mereka dapat memberikan poin yang bagus dan lebih kritis karena mereka tidak terikat secara emosional dengan foto-foto yang kamu tampilkan di portofolio fotografi. 

Tetapi, ada baiknya juga untuk meminta pendapat dari fotografer profesional. Mereka mampu menilai foto-foto di portofolio fotografi kamu berdasarkan pengalaman profesional mereka. Mereka juga dapat memberitahu kamu jika kamu telah memilih gambar yang tepat atau jika kamu bisa melakukan beberapa penyesuaian lagi.

Kamu juga bisa menanyakan umpan balik kepada orang-orang yang bekerja di industri kreatif untuk melihat portofolio fotografi kamu. Mereka juga dapat memberikan umpan balik yang konstruktif.

📚 Baca juga: Portofolio Lamaran Kerja yang Baik dan Menarik [+5 Contoh]

5 Contoh Portofolio Fotografer

Berikut adalah beberapa contoh portfolio photography yang menarik:

1. Contoh Portofolio Fotografi Jalanan

contoh portofolio fotografi
contoh portofolio fotografi

Contoh portofolio fotografi jalanan dan pemandangan kota oleh Nita Nurjanah (Dibuat di CakeResume). Lihat portofolio Nita Nurjanah.

2. Contoh Portofolio Fotografi 

contoh portofolio fotografi

contoh portofolio fotografi

Contoh Portofolio Fotografi oleh Eddy (Dibuat di CakeResume). Lihat portofolio Eddy.

Yuk, langsung buat portofolio fotografi kamu di CakeResume, 100% gratis! 🎉

3. Contoh Portofolio Food Photography

contoh portofolio fotografi
Contoh portofolio fotografi makanan oleh 顏妤芯 Kelsey (Dibuat di CakeResume). Lihat portofolio 顏妤芯 Kelsey.

4. Contoh Portofolio Fotografi dengan Cerita

portofolio fotografi
portofolio fotografi

Koleksi fotografi dengan cerita berjudul “Stories of a Girl in Bloom” dibuat oleh Argo by Design (Diambil dari Behance). Lihat portofolio Argo by Design.

5. Contoh Portofolio Fotografi Pernikahan

Contoh portofolio fotografi wedding oleh @wp_galery (diambil dari Instagram). Lihat portofolio @wp_galery.

Demikianlah cara membuat portofolio fotografi (photography portfolio) beserta beberapa contoh portofolio fotografi untuk inspirasi kamu!

Yuk, langsung buat portofolio fotografi kamu di CakeResume, 100% gratis! 🎉

--- Ditulis Oleh Cindy Graciella ---

Resume Builder

Build your resume only in minutes!

あなたが関心のありそうな記事

Latest relevant articles
Interview Skills
3月 6日 2024

5 Cara Menjawab Berapa Gaji yang Anda Inginkan dalam Interview!

Ditanya "Berapa gaji yang Anda inginkan" saat interview? Kamu dapat menjawab dengan estimasi gaji dan alasanmu seperti “Di pekerjaan saya sebelumnya, saya menerima rata-rata gaji X juta sampai X juta dari fresh graduate hingga...